See Jogja, different way!!

Just another Jogja

The Cangkringan Jogja Villas & Spa

Posted by dasalty on October 28, 2008

Rabu lalu aku baru pake sepatu, baru siap-siap hengkang dari rumah, tapi nggak tau juga mo kemana..habisnya bête banget dirumah,pengen keluar tapi nggak ada tujuan. Tiba-tiba Hedi sms “Ta, aku, Yudhi ma Via mo jalan-jalan ke Desa Wisata Cangkringan Kaliurang, mo ikut ga?” kontan aja aku balas “Ikuuuuuuuuttt…jemput aku di Circle K Seturan ya, aku ada urusan bentar di kos temenku daerah seturan”.

Setelah aku selesai urusanku di kos temen, aku nitip motor di kos temen dan akhirnya aku jalan kaki ke circle K dan Via dating dengan mobil kumbang ijonya. Setelah aku masuk ke mobil, langsung lah kami melesat ke utara. Sejujurnya, tidak ada seorangpun dari kami yang tau arah jalan ke desa wisata Cangkringan (–“), tapi untung lah petunjuk jalannya terpampang jelas sekali dimulai dari trafic light setelah RSU Panti Nugroho. Hanya saja yang membingungkan dari petunjuk jalan itu adalah tidak disebutkan seberapa jauh lagi jaraknya, tetapi malahan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk nyampe tempatnya. Biasanya kan kalo petunjuk arah jalan selalu disebutkan 800m lagi or 500m lg, tapi kalo petunjuk yang satu ini malah 10menit lagi or 8 menit lagi. Lha kan nggak jelas tho…udah gitu arahnya tu masuk kampung banget. Lha sekarang kalo misal kumbang ijo kami melaju dengan kecepatan 10km/jam, apa bisa dipastikan dalam waktu 10 menit pasti sampai ditempat tujuan?

Anyway, singkat cerita setelah kami bertele-tele cukup panjang tentang jarak dan waktu itu, akhirnya kami nyampe juga ke tempat tujuan. Dari luar pun sudah terlihat bahwa tempat ini memang tempat yang eksklusip. Karena jalan masuknya dijaga pos satpam dengan bentuk gapura dari batu kali yang bagus. Pak satpamnya berseragam ala bodyguard presiden, langsung menghadang kumbang ijo kami dan bertanya keperluan kami dateng ke situ. Dasar begonya Hedi bilang ke kami semua untuk berlagak sok kaya aja, biar kita bisa liat ke dalem (soalnya sempet ada gosip, saking ekslusipnya tempat itu, orang cuma mo dateng n liat2 tempat itu aja harus reserve dulu). So akhirnya Via jawab mo liat-liat Spa. Untung satpamnya baek, langsung nerabas masuklah kumbang ijo kami. Saat liat halamannya aja kami udah terpana dengan arsitekturnya. Karena dengan suasana daerah pegunungan, bangunan berstyle joglo klasik modern, bener-bener serasa tempat penginapan yang tidak hanya menjual pelayanan saja, tapi juga menjual romansa lingkungan yang indah dan romantis abis.

So, kami langsung menuju ruang resepsionis dan mbaknya langsung mengantar kami dengan sangat ramahnya ke bagian Spa. Eastern Garden, nama tempat Spa tersebut produknya disponsori oleh Martha Tilaar Spa, dimana juga harganya juga wow untuk ukuran kita sebagai mahasiswa. Karena harga paling murah aja untuk paket Body Indonesian Spice Salt Scrub atau Coconut & Jamu Scrub selama 25 menit aja Rp 211.750,00 dan yang termahal adalah paket Asmara Nirapada selama 3 jam seharga Rp 1.500.400,00…walopun harga tersebut sudah termasuk pajak, tapi tetep aja menurutku mehonk bembonk (mahal banget.red).

Setelah cukup bertanya tentang East Garden Spa, kami kembali ke ruang resepsionis untuk mengorek-orek tentang kamarnya. Dan seperti yang sudah kami duga, Villa ini memang Villa kelas 1 atau kelas internasional. Kalian akan mengerti kenapa aku bilang gitu setelah kalian baca roomrate dibawah ini
• Kemuning H2-H7 Rp 1.300.000,00
• Kemuning H1 & H8 Rp 1.500.000,00
• Maya USD 250++ Rp 2.375.000,00
• Gading USD 500++ Rp 4.750.000,00
• Manggar USD 525++ RP 4.987.500,00
• Mayang USD 1200++ RP 11.400.000,00
• Arum Dalu USD 1500++ Rp 14.250.000,00
Include :
 Fruit Basket
 Welcome Drink
 Afternoon Tea & Snack
 Dialy Breakfast for 2 pax
 Free Airport Return Transport

Tapi nggak pernah lengkap rasanya kalo kami berkunjung disuatu tempat tanpa memesan minum sambil ngobrol-ngobrol santai. Jadi kami melanjutkan ke Joglo bagian restorannya. Begitu masuk ke Joglo itu, nggak tau kenapa mata ku langsung terpaku pada lantainya,mereka pake keramik motif kuno Coy!!! Dimana pembuatan keramik itu masih dengan cara manual atau kuno. Harganya perbiji aja bisa mencapai sekitar 150an ribu. Saat disodorkan buku daftar menu, kami pun nggak kaget juga melihat harganya yang memang sudah kami duga seharga Restoran kelas internasional ato sekelas dengan hotel bintang 5. Tapi untungnya, rasanya sebanding dengan harganya. Orange juice yang dipesan, itu bener-bener juicy oranges. Kopi nya pun bukan sembarang kopi sachetan dan nggak hanya sembarang diseduh air, karena aku penggemar kopi, jadi bisa cukup membedakan lah. Cukup lama kami ngobrol-ngobrol di sana nggak terasa udah hampir maghrib. Oiya, Cangkringan Villa & Spa juga menyewakan sepeda buat kita jalan-jala sekitaran situ, bahkan ada yang tandem lho (sepeda untuk 2 orang pengayuh). Selain itu, tempatnya tepat sekali bersebelahan dengan Merapi Golf.
Menurut pendapatku dan Via, sebenernya tempat ini lebih cocok untuk bulan madu. Udah sepi, sejuk,tempatnya romantis pula. Cucok banget dah buat temanten anyar, gregetnya bisa kerasa banget hehehe.

@

www.thecangkringanjogja.com

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>