See Jogja, different way!!

Just another Jogja

Archive for July, 2008

Jajanan Mahal di Kotabaru

Posted by via fairy on July 29, 2008

Ada satu kue Bandung yang terkenaaaalll banget di Jogja. Kalo pada bilang, kue Bandung Kotabaru. Tempatnya persis di depan gereja Kotabaru, alias di sebelah timurnya. Kenapa terkenal? Soalnya selain enak, kue bandung ini juga terkenal muahalll….

Sebenernya kue bandung ini seperti kue bandung pada umumnya, yang isinya keju, kacang, meses, selai nanas, dll…tapi..tapi..yang ngebuat jadi spesial adalah…pemakaian Blue Band yang gak kira-kira, keju extra, meses berlebai, dan segala macam kandungan isi yang emang over. Harganya, rata-rata 30ribu sampe 65ribu. WOW. Gak ada kan yang ngalahin harga kue bandung ini di Jogja.

Tapi jangan salah, makan satu potong kue bandung ini udah serasa makan 4 potong kue bandung biasa…yah, secara kandungan isinya yang super itu tadi. Itu juga yang bikin kue bandung ini super enak. Setauku, saking mahalnya, kita bisa lho beli setengah (aku gak tau deng kalo sekarang boleh pa gak). Tanpa isi sekalipun kuenya tetep enak, lembut, trus gurih (gara-gara penggunaan Blue Band yang gak kira-kira itu).

Kalo gak terlalu suka kue bandung, disini juga ada Pukis. Sama aja kayak kue bandungnya, isinya juga super. Pukis ada 2 rasa kalo gak salah, coklat ma keju. Harganya 3000an. Jangan beli banyak-banyak kalo gak maw kekenyangan.

Liat deh ketebalan isinya...

Liat deh ketebalan isinya...

Posted in Jajanan, Yummy | Tagged: , , , | 3 Comments »

Rujak Cingur Gayam

Posted by hedy and yuuudiii on July 28, 2008

written by yudi and hedy

Diantara beberapa rujak cingur yang enak, diantara pedagang rujak cingur di Jogjakarta yang bertebaran menjual rujak cingurnya, ada satu rujak cingur yang ….lumayan enak. enak lah.

Tulisan ini dibuat oleh kami dengan menggunakan perdebatan yang serius dikarenakan yudi sangat membenci rujak cingur (rujak cingur, fuck them all), sementara hedy merupakan salah satu penikmat, walaupun bukan penikmat setia.

Kenapa rujak cingur ini kami rekomendasikan? soalnya tempatnya sepi.

Letak tempat jualannya menurut astronomis berkisar antara depan Geronimo. Persis. Jl. Gayam nomer 27 (52). kami tidak menyarankan anda untuk merujuk kepada nomer dari alamat ini, tetapi….cari saja Geronimo lalu berpalinglah 180 derajat unuk melihat warung rujak cingur yang sepi.

harganya 8000. Udah dapet itu rujak cingur. Kalo misalnya ga doyan, ada rawon, kupat tahu, lotek, gado-gado sama soto ayam. Masih ga doyan? disebelah warungnya ada yang jualan bakso bandung. Masih ga doyan juga? Ya udah. makan tempat lain aja sana. susah bgt si….he.he.

Pelayanannya lumayan soalnya dengan pengunjung sedikit dan mbaknya yang banyak (ada 3/4 gt), mereka tentu saja akan memberikan full attention kepada anda. dikarenakan kami masih bersitegang apakah rujak cingur ini enak atau tidak (yudi benci rujak cingur), maka kami secara objektif tidak bisa memberikan pengetahuan mengenai kelemahan yang mereka punya. Intinya, sampai saat ini, yang aku tau, beli disana belum ada komplain.

warung berwarna biru-biru-biru

warung berwarna biru-biru-biru

Posted in Warung Makan, Yummy | Tagged: , , , | 2 Comments »

Keraton Kotagede….ringkasan pariwisata (BAGIAN 2)

Posted by hedy and yuuudiii on July 25, 2008

ternyata tulisannya tampak panjang….

masih yudi sama anq yang sedang mengingat masa muda dahulu….

Dari mesjid kita terusin ke selatan. Tetep di jalan masjid besar. Di selatan, kanan jalan, tanya aja ke penduduk, yang namanya cepuri itu dimana. Nanti dikasi liat. Merupakan tembok bagian dalam keraton. Bangunan ini dianggap sakral sama penduduk. Kalo orang yang ditanya ga tau, berarti dia bukan penduduk setempat. Ukurannya…..damn. Lupa lagi. Tingginya sekitar 1 meter, lebarnya 1,5 meteran. Ini dibuat dari batu putih (kebiasaan arkeologi: ketika menemukan batu bangunan berwarna putih maka dia disebut batu putih). Buat yang lagi ga ada kerjaan, iseng, penasaran, kesepian, jomblo, ataupun yang lagi patah hati, berkeliling menyusuri cepuri merupakan kegiatan yang menyenangkan. Sangat menyenangkan. Kalo ditanya “saking pundi mas/mbak?” Bilang aja lagi survey buat skripsi, atau survey dampak gempa ke cepuri.

Kenapa keliling cepuri itu asyik? Karena kita bisa liat bahwa walaupun kotagede udah bukan jadi keraton lagi, tapi cepurinya ga dirusak sama warga. Ya…paling parah cuman “kepake dikit” buat rumah warga. Tapi kalo mau keliling masih lumayan utuh kok. (ini sebelum gempa, setelah gempa aku belum lihat bagian-bagian pojoknya).

Udah capek ngelilingin cepuri?didekat cepuri jalan masjid gede ada sesuatu. Ada apakah disana?

Heee……ada Rumah Kalang. Ini namanya rumah kalang ya? Merupakan rumah khas kotagede.

Ada dikiri sama kanan jalan. Yang mana rumahnya? Pokoknya rumahnya itu masuk ke gang. Keliatan dari jalan rayanya. Buat yang dari arsitektur, daerah Kotagede ini sebelum gempa emang jadi ladang penelitian, praktikum atau kuliah lapangan. Keselatan lagi aja deh.

Oooohhh. Kompleks pemakaman Hastorenggo. Seperti biasa ga boleh masuk. Terutama buat turis kecuali mau make baju adat jawa terus ga boleh bawa kamera dan mematuhi segala peraturan tertulis dan tidak tertulis yang berlaku……ya…kalo dibayang, cuman kaya turis berdiri ditengah makam untuk menikmati keindahan….makam?!

Dari makam, kita ke selatan. Ada bangunan ditengah jalan. Ngehalangin jalan dan tampak tidak penting. Tapi isinya itu adalah watu gilang dan watu gatheng. Watu gatheng itu batu bulet, lebih kecil dari bola voli. Gunanya katanya buat mainan anaknya Panembahan Senopati. Menurutku? Batu itu ada disana secara tidak sengaja/kebetulan. Jadi mungkin batu itu terpilih karena bentuknya yang bagus dan lucu. Sedangkan watu gilang itu batu tempat duduknya Panembahan Senopati. Walaupun begitu, kalo kalian iseng nyari di internet, pasti bakal ketemu kalo ada tulisan dari beberapa bahasa di batu ini. Kalo ga salah ada bahasa Jerman juga. Dan tentu saja yang nulis kemungkinan besar bukan Panembahan Senopati. Tapi ini ga masalah. “Apa yang kamu yakini tidak akan menyakitimu”.

Sangat disayangkan, ada satu tempat menarik bernama “bokong semar”, merupakan pojok cepuri bagian antara timur-tenggara . Bentuknya kaya bokong. Sekarang kesana susah. Kalo ga lewat gunungan sampah, menyusuri sungai yang sudah tidak jelas lagi apa isinya (please, aku ga mau mati keracunan)…ini contoh klasik dari pertahanan pojok benteng dengan dibuat membulat untuk dapat mempertahankan diri dengan lebih baik.

Udah capek? Secara logika dan kepariwisataan mungkin sudah habis.

Well. Udah. Itu aja sih. Kotagede kuno. Ringkasan pariwisata. Kalo mau banyak, malah jadi buku nantinya…… kalo makanan…kipo, sate karang, ada yang enak tapi udah tutup gara2 gempa. Yang jual ketimpa atap rumahnya. Dia jual nasi goreng kari. Enak. Tapi sayang yang jual udah ga ada……

Posted in Mlaku-mlaku, Tempat bersejarah | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »